Aku cuman wanita biasa, bukan tapi manusia biasa.
manusia
memiliki perasaan, bahagia, senang, bangga, terharu, kesal, sedih, iri bahkan merasa kesepian, sangat kesepian sehingga akan melakukan apapun
untuk menarik perhatian orang.
Tapi aku nggak nyangka respon kamu akan begini, dengan mudahnya kamu
nyuruh aku buat nyari pria lain. Lalu selama dua tahun ini kamu anggap apa?
Aku mencoba buat jujur, aku ungkapin apa yang aku rasa
akhir- akhir ini. Aku kesepian di kampus, temen-temen aku sibuk dengan pacarnya
dan urusan masing-masing, kadang saat sedang bicara, aku suka memperhatikan
respon mereka. kenapa mereka lebih antusias saat bicara dengan orang lain dibanding
aku?
Saat pulang ke kosan, berharap bisa respon yang lebih baik. Tapi
nggak ada siapa-siapa. hampir semuanya ngajar, kalaupun nggak ngajar mereka
punya kegiatan lain. Pergi bersama pacar mereka atau teman-teman mereka.
Sedangkan sahabat-sahabat aku jarang banget yang ngasih
kabar, lalu aku sama siapa? aku benci sendiri dan aku nggak mau sendiri. Tapi semakin
aku mengelak dari kesepian, kesepian itu malah semakin menelanku.
Aku tau kamu juga punya urusan sendiri, tapi cuman kamu yang
aku mau. Bahkan saat orang-orang disekitarku, termasuk keluargaku berbalik
dariku. Aku selalu berharap kamu tidak melakukannya. Walaupun aku harus membuat
kamu marah, dengan begitu kamu bisa melihat aku.
Tapi sepertinya kali ini aku udah keterlaluan, kamu juga
udah lelah banget sama aku kan. karna saat aku bilang aku butuh waktu, dengan
mudahnya kamu mengiyakan. Bahkan menyuruh aku mencari pria lain. Apa rasa itu
benar-benar sudah hilang? Secepat ini dan semudah ini kamu menerimanya?
aku pasangan yang buruk ya, sangat buruk malah. Karna
dengan mudah kamu melepaskan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar